Ramadhan yang kurang feel-nya

31 08 2008

Ramadhan emg sudah tiba, bahkan hari ini kita dah puasa pertama. Tapi kok rasanya ada yg aneh ya. Entah kenapa feel bulan Ramadhan terasa kurang.

Memang aq dah tau beberapa hari sebelumnya klo akan puasa, tp ampe tadi siang kok rasanya biasa aja ya. Kurang ada gregetnya.

Yang anehnya pas aq tanya ma temen2 yang lain, mereka merasakan hal yang sama, ada yang beda ma Ramadhan tahun ini. Klo dulu itu masih terasa suasananya pas Ramadhan tiba, sekarang dah g lagi.

Jangan2 ini merupakan tanda2 klo iman kita dah tergerus oleh lingkungan. Klo ini emg benar, berarti g heran klo Indonesia dah sering kena bencana. Pertama bencana fisik, trus kemudian bencana yang menimpa hati kita, yaitu perlahan2 dicabut keimanan kita, astaghfirullah.

Semoga itu tidak benar, ampunilah dosa – dosa kami ya Allah.

Engkaulah Ar Rahman Ar Rahim, klo bukan Engaku maka kepada siapa lagi kami harus meminta.

astaghfirullah





Mencari Impian Baru

31 08 2008

Melihat kondisi suatu organisasi, hmmm. Aq pikir aq bisa melakukan sesuatu. Aq punya impian untuk mengembalikannya ke zaman keemasan. Zaman 2 tahun lalu dimana organisasi ini sangat kuat, punya pengaruh yg besar, massanya juga banyak.

Tapi kondisi sekarang g cukup bagus, yaahh. Aq punya impian untuk membuatnya jaya lagi. Tapi ternyata waktu yg diberikan padaku tidak cukup, aq masih jauh dari mimpiku. Tap ada beberapa hal yang membuatku senang, aq melihat banyak potensi untuk masa depan.

Setelah setahun, aq sadar ternyata aq tidak cukup hebat untuk mengangkat organisasi ini lagi. Tapi waktuku sudah hampir habis. Saatnya untuk memberikan mimpi2 ku pada generasi selanjutnya.

Aq sadar sudah saatnya mencari impian baru, impian untuk masa depanku. Yahh, mungkin akan ada yang aq egois, terserah aja sih. ataupun aq akan dibilang sebagai salah satu orang yang “gugur”. ya, itu terserah saja.

Tapi satu hal yang pasti, insya Allah aq g akan lgsg pergi begitu saja, masih ada satu peran lagi yang harus kuambil, terserah klo dibilang melanggar aturan, bagiku yang penting konkrit. Klo ada masalah, aq siap menghadapinya, insya Allah.

Masa untukku sudah berakhir, aq akan mencari impian baruku.

Selamat tinggal semua, aq sangat senang kerja dengan kalian, terima kasih banyak. maafkan aq, aq tahu aq emg blum cukup kuat.

Sekarang aq akan pergi demi impian baruku





Ta’aruf (pacaran) gaya baru, via chatting :))

30 08 2008

Posting lagi ah, mumpung lagi mood :)

Ta’aruf disini maksudnya pacaran lho. Bukan kenalan biasa. Klo soal ta’aruf biasa itu mah g ada masalah.

Sedikit pembukaan. Pacaran, yah klo kita mau fair aja, g perlu kita debatkan lagi apa hukumnya dalam Islam. Islam sendiri menurutku g menyebutkan secara langsung hukum pacaran, karena istilah pacaran sendiri merupakan istilah baru. Tapi Islam mengatur dengan jelas batasan dari hubungan antara ce dan co. Jadi menurutku hukum pacaran kembali lagi pada definisi pacaran menurut pribadi masing – masing.

masuk ke bagian inti

Entah kenapa sepertinya ta’aruf dah semakin berkembang juga mengikuti perkembangan zaman. Klo dulu ta’aruf itu via ketemu langsung, surat, ato apapun lah yang bersifat fisik. Zaman sekarang dah g kayk gitu lagi, cenderungnya kok malah lewat chatting ya.

Dengan melalui chatting (dunia maya), kita bisa menghindari kontak fisik antara ce dan co yang sudah jelas diatur dalam Islam. Dengan tidak adanya kontak fisik ini, diskusi menjadi lebih bebas, kita jadi lebih terbuka pada lawan bicara. Tetapi yang namanya setan tentu saja akan mencari celah sekecil apapun untuk menjerumuskan manusia.

Mungkin pada awalnya kita cuma ngomong hal2 yg penting aja ma ce itu (karena aq co), tp lama – kelamaan pasti akan mulai ngomongin hal g penting. Ya, sudah mulailah kita terjerumus sedikit – sedikit. Akhirnya ya bisa ditebak, seperti itulah. Tahu – tahu kita dah terjebak, pikiran kita mulai sering mikirin dia, trus jadinya mulai tahvava.

Aq sendiri mengakui dah sedikit terkena efek dari hal ini. Awalnya emg biasa aja, tp lama – kelamaan juga terkena efeknya jg, astaghfirullah

Ternyata emg godaan nya berat. Dulu aq sendiri dah mengira bakal kayak gini, aq pikir aq cukup kuat, ternyata kena juga.

Astaghfirullah, harus segera berbenah nih. arrgghh

Cuma ada satu solusi sebelum aq siap maju ke langkah selanjutnya.

frozen heart mode “on”





Pagiku kurang baik

28 08 2008

Seharusnya pagi itu diawali dengan semangat dan gembira. Tentu saja akhir hari yang diawal dengan itu pasti akan menyenangkan sepanjang harinya. Tapi hari ini aku memulai kurang baik, g tau apa yang akan menimpaku siang atau sore nanti. Mungkin ini karena ada dosa yang kulakukan kemarin malam ato kemarin sore Ya, Allah ampuni dosaku





Tersadar kalau dah tua, harus serius berbenah

28 08 2008

Setelah lama tidak menulis di blog ini karena bingung mo nulis apaan, sekarang dah ada hal baru nih.

walau dah kosong beberapa bulan, tapi gpp kan daripada g punya ;) .

Kemarin minggu tanggal 24 Agustus 2008 tidak kusangka ada senior yang nikah, aq saja taunya pas hari jum’at siang, parah kali. G ada yang beritahu aq, yah kecewa sekali sih. Setelah melobi 2 orang agar bisa datang kesana, alhamdulillah temen satu himpunan mau datang juga. Dia juga kenal ma senior itu, jadinya aq sangat beruntung bisa ikut nebeng dia.

Ditelpon sabtu siang j2an, disuruh ketemu j4 sore buat langsung berangkat. Tanpa ragu – ragu langsung aja aq setuju, yang penting bisa datang. Naik bis, sampe jam 8.30an malam, nginep dulu dirumahnya.

MInggu siang jam10an cabut ke lokasi tujuan, alhamdulillah masih ada walau sebenarnya kecewa g bisa liat akadnya, tahvava.

Awalnya sih biasa – biasa aja, tapi lama kelamaan jadi mikir juga nih. Mereka yang setahun diatasku aja dah berani nikah, aq masih g jelas gini, bner parah. Baru sadar klo aq emg dah tua :( (, g ada waktu lagi nih, emg harus segera berbenah

Demi menyongsong masa depan yang lebih baik, waktu tinggal 3 semester lagi arrghhh.

Klo bukan sekarang mo kapan lagi. arrghhhh, telat nih





Sebuah pertanyaan, (terima kasih)

30 11 2007

Bismillahirrahmanirrahim

Beberapa hari yang lalu, ada seorang akhwat yang bertanya hal yang bisa dianggap sepele. Aku pun menganggapnya sepele waktu itu.

Tapi setelah aku pikirkan ulang, ternyata pertanyaan itu sangat menggangguku, benarkah aku seperti yang ditanyakan seperti akhwat itu.

Jika itu memang benar, berarti apa yang sudah kulakukan selama ini apa artinya. Seolah – olah sia – sia saja, sangat aneh. Beberapa hari sampai aku terus memikirkan hal ini,sangat mengganggu pikiran.

Setelah aku telaah ternyata ada satu hal yang aku tangkap, yaitu aku harus berubah sekarang juga. Tidak ada waktu lagi untuk bermain – main dengan sisa waktu yang kumiliki, beban yang harus kutanggung.

Terima kasih telah menyadarkanku walau kamu sendiri tidak sadar.

Sekali lagi terima kasih, insya Allah akan kubalas jika kamu butuh bantuanku.

jazakillah ukhti





Single Step to Islam

27 11 2007

Islam is not just a religion, Islam is way of life. The meaning of that is when we become a muslim, all of our life was controlled by Islam rules.

This rules was revealed to prophet Muhammad SAW 1400 years ago from Allah The Almighty, Allah SWT.  It was revealed through Jibril for almost 23 years.

There were two basics of Islam, it’s the fundamental sources of Islam and it can’t separated each other. They are the holy Qur’an and AlHadits. If you separate one of them, than you’ll never know the real Islam. You’ll never understanding the holy Qur’an except through understanding hadist from Rasulullah SAW.

You can’t translate the Qur’an with only your logics, Qur’an has lot of meanings than beyond our logics, it’s from the God, and our logics it’s nothing compare God. Our mind has corrupted with passion of this world, difference with Rasulullah mind’s which always guided by Allah.

Islam believe that everyone is born pure, there is no sins. Allah give us choice to be good or bad person, it just which one that we’ll choose.

If we choose to admit that there is no God except Allah The Almighty and Muhammad is Rasulullah then it’s the great gift from Allah to us. It’ s better than the whole world. Ifu choose the other,  just prepare to accept the Divine punishment.

Islam was build on five pillars. The first pillar was syahadah. We must admit that  there is no God except Allah The Almighty and Muhammad is Rasulullah. It was the fundamental of Islam, eventhough you did a good things ( ibadah) it was count nothing in the Qiyamah if you don’t syahadah.

The second pillar is sholat, it was the main ibadah in Islam. We must do it five times a day, one of it purpose is to clean our soul and body everyday. The third pillar is fasting ( shaum ). It was obligated every year in month Ramadhan, the fourth is zakat, it purposes was to clean up our property from the other’s right and to make balancing between the wealthy dan the poor.

The fifth is haji, haji is obligation to every muslim that have money dan power to do it. We just need do it once but we can do it again. But if we do repeat without considering the other muslim who was suffering in the other countries like in Palestina, Iraq, Philippines, Thailand, and Afghanistan it can be a sin for us.

Muslim is not an individual people, there is a hadist said that eventhough we sholat with khusyu’ but our neighbourgh is in hunger, our sholat will not accepted by Allah. That’s just letting neighbourg henger, how if letting our brother dying????

To become is muslim so easy, just say Asyhadu alla ilaaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasululllah.

In the end is just your choice, isn’t





First Start to Blog

27 11 2007

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Let me introduce my self

First my name is Fahmi, that’s is my middle name. my first and last name is classified, find it by yourself if u can.

Until now, November 27 2007, I’m in fifth semester in School Of Electrical dan Informatics Engineering  in Bandung. It’s quite new in Indonesia, infact it was built last year, can you believe ???

I’m just an ordinary person. Just looking for a happy life.

If u want to now more about me, just send an email to frozenheart54@yahoo.com,

insya Allah i’ll reply it,

see u

wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh