Cinta Itu Memang Menarik

30 12 2009

bismillahirrahmanirrahim

Cinta memang sudah merupakan bagian dari fitrah manusia. tidak ada manusia yang hidup di dunia ini tanpa pernah merasakan cinta. cinta kepada orang tua, cinta kepada dunia ini, cinta kepada lawan jenis, bahkan cinta kepada diri sendiri. Cinta memberikan kekuatan yang sangat besar bagi yang mengejarnya hingga bisa melupakan dirinya sendiri seperti cinta para mujahid kepada Allah sehingga mujahid rela mengorbankan semuanya hanya demi mencari keridhaan yang dicintai yaitu Allah.

Bagi para pemuda, terdapat cinta yang sangat khusus menyebar yaitu cinta kepada lawan jenis seperti yang biasa kita lihat pada pergaulan sekarang. Banyak yang terjebak pada tipuan cinta ini tetapi tidak sedikit juga yang dapat mengendalikan diri untuk dapat menahan gejolak hati hingga saatnya ikatan yang sah, yaitu akad.

Cinta adalah energi, energi yang menggerakkan, energi yang menghidupkan, dan energi yang memberi semangat. Tetapi layaknya semua hal, energi ini harusnya dibatasi, haruslah dikekang sehingga tidak membakar hati yang akan membuat kita melanggar aturan – aturan Allah – secara simplenya kita jadi pacaran-. Dibutuhkan pengetahuan mengenai syariat Allah tentang mana yang halal dan mana yang haram dalam cinta. tetapi pengetahuan saja tidaklah cukup, masih banyak sahabat – sahabat kita yang sudah mengerti mengenai hukum – hukum Islam mengenai cinta tapi tetap saja mereka terjebak walaupun ada yang mengatakan beribu alasan untuk membela diri.

Selain pengetahuan, diperlukan juga ketegasan kita untuk memilih yang halal, ketegasan kita untuk memilih yang diridhai Allah, ketegasan kita untuk mengatakan “tidak” pada berbagai godaan yang muncul dengan banyak alasan yang menipu kita secara halus. ketegasan kita untuk menunggu hingga saatnya hubungan cinta dihalalkan hanya dengan akad, tidak dengan khitbah atau yang lain, tetapi hanya dengan akad.

Dibutuhkan juga logika yang akan menentukan pilihan kita, dimana sering kali logika kita kalah dalam memilih pasangan karena sudah terjebak oleh perasaan cinta yang membutakan akal. Jangan sampai pilihan kita hanya sebatas cinta belaka, karena cinta sangat bisa menipu

Dan yang terakhir adalah dibutuhkan perasaan ikhlas kita untuk menerima ketentuan Allah bahwa yang kita cintai mungkin memang tidak sesuai untuk kita karena sang Khaliq tentu lebih mengenal makhluk daripada makhluk mengenal dirinya sendiri.

hanya kepada Allah lah kita berlindung dari godaan cinta yang tidak halal





Tahun Baru Tiba Lagi

30 12 2009

bismillahirrahmanirrahim

Tahun baru, walaupun tahun baru Hijriah , sangatlah tidak perlu untuk dirayakan, diperingati, atau apapun bentuk kegiatan yang bernuansa menganggapnya sebagai hari yang spesial. Pada akhirnya pun tahun baru hanyalah perpindahan hari dari siang menjadi malam.

Sangatlah disayangkan malah banyak acara – acara hiburan yang diadakan untuk memperingati pergantian tahun baru ini, acara – acara yang  justru membuat kita semua melupakan satu sisi baik dari peringatan pergantian tahun ini yaitu introspeksi diri.

Introspeksi diri, walau harusnya dilakukan tiap hari, di akhir tahun akan menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. apa saja hal yang telah kita capai, apa saja impian kita yang belum terlaksana, apa saja target kita yang telah terealisasikan dan belum dijinkan oleh Allah untuk terealisasi. Semua hal ini akan tampak pada saat introspeksi. melihat kembali siapa diri kita, jalan yang ingin kita tempuh, dan sejauh mana sudah kita menempuh jalan itu, itulah introspeksi.

Tidaklah menjadi masalah kita merayakan tahun baru ini dengan acara apa ataupun  dengan siapa kita merayakan, atau bahkan tidak merayakan sama sekali, tetapi yang paling penting adalah sudahkah kita menilai diri kita sendiri.

Semoga kita masih diberi kesempatan untuk menilai diri kita sebelum kita dinilai oleh ilah kita Allah.

Allahumma haasibni hisaaban yasiiraa

Ya Allah, hisablah aku dengan hisab yang ringan

amin








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.