Ironi perayaan tahun baru

1 01 2009

Tahun baru Masehi sudah datang, bahkan baru saja datang beberapa jam yang lalu. Banyak dari kita yang merayakannya, aku juga termasuk. Walau aku cuma makan2 saja bersama teman2. Tidak sampai jalan2 ataupun menyulut kembang api.

Tapi entah kenapa ada sesuatu yang aneh, apa sih sebenarnya dirayakan. Apa yang sebenarnya membuat kita bahagia waktu itu. Terlepas dari kita tidakĀ  membicarakan soal kondisi Palestina yang sedang dihujani bom oleh Israel ketika kita sibuk membakar uang untuk pesta kembang api ataupun sekedar menikmati pesta kembang api sambil makanĀ  minum produk yahudi yang secara tidak langsung juga membantu yahudi.

Tapi ada ironi yang muncul. Muncul pertanyaan, apa sajakah yang sudah kita lakukan selama tahun lalu? Apakah kita sekedar “hidup” saja tanpa visi dan misi yang jelas? Pertanyaan berikutnya adalah, apa saja rencana kita tahun depan? Apakah masih tetap tanpa rencana? Ataukah kita sudah membuat rencana tetapi tanpa implementasi seperti tahun lalu?

Semoga kita tidak temasuk orang yang menyia-nyiakan waktu, seandainya dulu kita seperti itu, semoga sekarang kita tidak termasuk golongan yang akan merugi karena hidup sia – sia ataupun boros waktu.

Astaghfirullah


Actions

Information

One response

24 02 2009
fajarharyadi

Wah postingan yang menarik sekali.
Menurut saya, introspeksi-introspeksi yang disebutkan di atas terlalu tidak efektif jika hanya dilakukan setahun sekali. Karena menurut saya, introspeksi itu akan jauh lebih efektif jika dilakukan setiap hari. Gitu kali ya.

Leave a comment