Posting lagi ah, mumpung lagi mood
Ta’aruf disini maksudnya pacaran lho. Bukan kenalan biasa. Klo soal ta’aruf biasa itu mah g ada masalah.
Sedikit pembukaan. Pacaran, yah klo kita mau fair aja, g perlu kita debatkan lagi apa hukumnya dalam Islam. Islam sendiri menurutku g menyebutkan secara langsung hukum pacaran, karena istilah pacaran sendiri merupakan istilah baru. Tapi Islam mengatur dengan jelas batasan dari hubungan antara ce dan co. Jadi menurutku hukum pacaran kembali lagi pada definisi pacaran menurut pribadi masing – masing.
masuk ke bagian inti
Entah kenapa sepertinya ta’aruf dah semakin berkembang juga mengikuti perkembangan zaman. Klo dulu ta’aruf itu via ketemu langsung, surat, ato apapun lah yang bersifat fisik. Zaman sekarang dah g kayk gitu lagi, cenderungnya kok malah lewat chatting ya.
Dengan melalui chatting (dunia maya), kita bisa menghindari kontak fisik antara ce dan co yang sudah jelas diatur dalam Islam. Dengan tidak adanya kontak fisik ini, diskusi menjadi lebih bebas, kita jadi lebih terbuka pada lawan bicara. Tetapi yang namanya setan tentu saja akan mencari celah sekecil apapun untuk menjerumuskan manusia.
Mungkin pada awalnya kita cuma ngomong hal2 yg penting aja ma ce itu (karena aq co), tp lama – kelamaan pasti akan mulai ngomongin hal g penting. Ya, sudah mulailah kita terjerumus sedikit – sedikit. Akhirnya ya bisa ditebak, seperti itulah. Tahu – tahu kita dah terjebak, pikiran kita mulai sering mikirin dia, trus jadinya mulai tahvava.
Aq sendiri mengakui dah sedikit terkena efek dari hal ini. Awalnya emg biasa aja, tp lama – kelamaan juga terkena efeknya jg, astaghfirullah
Ternyata emg godaan nya berat. Dulu aq sendiri dah mengira bakal kayak gini, aq pikir aq cukup kuat, ternyata kena juga.
Astaghfirullah, harus segera berbenah nih. arrgghh
Cuma ada satu solusi sebelum aq siap maju ke langkah selanjutnya.
frozen heart mode “on”