Kisah Juraij sebagai introspeksi bakti pada orang tua

27 05 2009

Bismillah

Mungkin saat kita mendengar kata berbakti pada orang tua, timbul kesan bahwa semua itu cukuplah dengan membahagiakan orang tua lewat belajar rajin, membelikan hadiah yang menyenangkan orang tua, sering menelopon orang tua mengabarkan kondisi kita sehingga mereka tidak khawatir, dan beberapa perbuatan – perbuatan lainnya. Semua itu benar, semua tindakan itu memang termasuk perbuatan berbakti pada orang tua dimana esensinya adalah membuat orang tua senang dan bahagia, tentu saja dalam parameter – parameter islam.

Tapi jika kita melihat sebuah kisah yang terjadi pada masa bani israil yang disebutkan dalam hadist di kitab Adabul Mufrad karya Imam Bukhari dan Muslim dalam bab Al Birr ternyata cakupan berbakti itu sangat dalam.

Dalam kisah tersebut dikisahkan tentang seorang ahli ibadah yang bernama Juraij. Rasulullah berkata, “Juraij adalah seorang ahli ibadah yang membangun suatu biara. Suatu ketika penggembala sapi singgah di biaranya dan ada seorang wanita pelacur berbuat zina dengan penggembala tersebut.

Suatu hari ibu Juraij datang dan memanggil, sementara ia sedang sholat. Maka ia berkata, “Tuhanku, itulah ibuku, dan aku sedang sholat,” maka ia melanjutkan sholatnya sehingga ibunya pulang. Esok harinya ibunya datang kembali di waktu Juraij sedang sholat dan ia tidak menyambut panggilan ibunya lagi. Dia berkata, “Wahai Tuhanku, itulah ibuku dan aku sedang sholat.” Kemudian ibunya datang ketiga kalinya ketika Juraij sedang sholat. Ia berkata, “Tuhanku, itulah ibuku dan aku sedang sholat.”

Ketika itu marahlah ibu Juraij dan berdoa, “Ya Allah, jangan matikan ia sehingga melihat wajah wanita pelacur.” Beberapa saat kemudian datang penguasa membawa wanita (pelacur) yang baru melahirkan dan ia ditanya, “Dari laki – laki siapa anak itu dilahirkan?” Ia (pelacur) menjawab, “Juraij”. Ia ditanya lagi, “Bukankah dia penjaga biara itu?” Pelacur itu menjawab, “Ya.” Lalu  penguasa memerintahkan orang – orang, “Hancurkan biara itu dan bawa Juraij ke sini!” Lalu dihancurkanlah biara itu dan Juraij diborgol dan lehernya diikat dengan tali, dibawalah Juraij di depan para perempuan – perempuan pelacur dan mereka menyaksikannya sembari tersenyum.

Juraij berkata, “Wahai raja, mengapa kamu berbuat demikian kepadaku?” Penguasa itu menjawab, “Kau telah berbuat zina dengan wanita ini sehingga lahirlah anak itu darimu!” Lalu berkatalah Juraij, “Dimanakah bayinya itu?” Orang – orang berkata, “Ini bayinya bersama ibunya.” Lalu Juraij mendekatinya dan (bertanya pada bayi itu), “Siapa ayahmu?” Bayi itu menjawab, “Si penggembala sapi!”

Mendengar jawaban si bayi itu, sang penguasa berkata pada Juraij, “Sukakah kamu jika kami membangunnya kembali biara itu dengan emas?” Juraij menjawab, “Tidak.” Ia bertanya lagi, “Dengan perak?” Juraij menjawab , “Tidak.” Penguasa itu bertanya lagi, “Lalu kami bangun dengan apa?” Jawab Juraij, “Kembalikanlah seperti semula. ” Penguasa itu bertanya lagi, “Kenapa engkau tersenyum wahai Juraij?” Jawab Juraij, “Telah kuketahui urusan ini karena panggilan ibuku, ” kemudian Juraij menceritakannya.

Dari kisah diatas, ternyata tidak memenuhi panggilan ibu ketika beliau memanggil kita bahkan ketika kita sedang sholat dapat menyebabkan Allah menghukum kita. Apalagi kalau lebih dari itu, penulis (saya) bukanlah orang lepas dari kesalahan, terkadang juga melakukan hal – hal salah, bahkan mungkin tanpa sadar ataupun sengaja pernah melakukan kesalahan ini -astaghfirullah-.

Dengan tulisan ini kita semoga dapat lebih memahami arti berbakti. Memahami pengorbanan orang tua kita, terutama ibu. Bukankah ridha Allah terletak pada ridha orang tua? dan bagaimana kita bisa masuk surga jika orang tua kita marah pada kita?





Ironi perayaan tahun baru

1 01 2009

Tahun baru Masehi sudah datang, bahkan baru saja datang beberapa jam yang lalu. Banyak dari kita yang merayakannya, aku juga termasuk. Walau aku cuma makan2 saja bersama teman2. Tidak sampai jalan2 ataupun menyulut kembang api.

Tapi entah kenapa ada sesuatu yang aneh, apa sih sebenarnya dirayakan. Apa yang sebenarnya membuat kita bahagia waktu itu. Terlepas dari kita tidak  membicarakan soal kondisi Palestina yang sedang dihujani bom oleh Israel ketika kita sibuk membakar uang untuk pesta kembang api ataupun sekedar menikmati pesta kembang api sambil makan  minum produk yahudi yang secara tidak langsung juga membantu yahudi.

Tapi ada ironi yang muncul. Muncul pertanyaan, apa sajakah yang sudah kita lakukan selama tahun lalu? Apakah kita sekedar “hidup” saja tanpa visi dan misi yang jelas? Pertanyaan berikutnya adalah, apa saja rencana kita tahun depan? Apakah masih tetap tanpa rencana? Ataukah kita sudah membuat rencana tetapi tanpa implementasi seperti tahun lalu?

Semoga kita tidak temasuk orang yang menyia-nyiakan waktu, seandainya dulu kita seperti itu, semoga sekarang kita tidak termasuk golongan yang akan merugi karena hidup sia – sia ataupun boros waktu.

Astaghfirullah





Nikah itu Logika, bukan sekedar “cinta”

1 01 2009

Menikah merupakan fitrah manusia. Tiap diri kita sudah dijadikan memiliki kecenderungan untuk suka pada lawan jenis, yang pada akhirnya mendorong kita untuk menikah. Jadi menikah merupakan hal yang biasa aja bagi kita, tidak perlu dilebih-lebihkan.

Terdapat fenomena yang cukup menarik menilik perkembangan dunia skrg, dimana nikah dini menjadi sebuah trend di kalangan mahasiswa atau kalangan terpelajar – tentu saja nikah dini di lingkungan pedesaan tidak menarik untuk diikuti -. Banyak terjadi pernikahan antara mahasiswa ketika mereka masih duduk d bangku kuliah ataupun segera setelah lulus. Terkadang juga terdapat pernikahan sebelum masuk kuliah ataupun setelah lulus SMA.

Tidak ada yang salah dengan hal itu, itu malah sesuai dengan sunnah Rasul karena Rasul menganjurkan agar pemuda dan pemudi yang sudah siap untuk segera dinikahkan.

Tetapi apakah masalah menikah itu semudah itu ? Ternyata menikah itu tidaklah sesimple itu. Menikah memerlukan banyak pertimbangan, logika menjadi acuannya, tidak sekedar cinta atau perasaan suka. Walau harus diakui bahwa cinta juga berperan besar. Islam sendiri menganjurkan untuk melihat wajah calon pasangan kita sebelum menikah untuk untuk menambah perasaaan cinta kita kepada calom pasangan kita.

Kembali ke pernikahan menuntut peran logika yang besar. Syarat utama menikah memang kemandirian dalam finansial dan kedewasaan kita. Tapi tidak cukup cuma itu. Kita juga harus juga memikirkan tentang visi kita dan visi calon pasangan kita. Bagaimanakah nanti saat membangun keluarga,  bagaimana cara mendidik anak bila dikaruniai oleh Allah. Selain itu juga  soal life style kita juga harus diperhatikan, jangan sampai terjadi masalah hanya karena perbedaan life style yang terlalu mencolok.

Rasul juga menyebutkan 4 alasan kenapa seorang wanita dinikahi, yaitu karena agamanya, hartanya, nasabnya, ataupun karena kecantikannya. Tidak masalah kita mencari pasangan yang cantik, kaya, keturunan bangsawan atau ulama, asalkan agama menjadi pertimbangan utama dalam memilih pasangan. Terlihat bahwa disini kita juga diharuskan memakai logika dalam mencari calon pasangan hidup, tetapi sekali lagi tidak menghapuskan peran cinta atau perasaan suka.

Dengan menikah, berarti kita memadukan dua individu yang berbeda. Individu yang memiliki pemikiran, paradigma, life style, dan impian yang mungkin saja berbeda. Tapi tidak menutup kemungkinan juga sama. Dibalik semua itu,pernikahan tidak usah dibuat rumit, tapi juga jangan dibuat terlalu mudah, kita tidak boleh melupakan logika kita dalam mencari calon pasangan. Kita tidak boleh tenggelam dalam perasaan suka atau cinta buta yang bisa berakibat merugikan nantinya





Raja yang baik dan Raja yg jahat

11 11 2008

Dikisahkan ada dua buah kerajaan yang berbeda. Satu kerajaan dipimpin oleh raja yang baik dan satu lagi raja yang jahat.

Suatu ketika dua raja itu mendapat sakit parah yang bersamaan. Kedua raja itu mengerahkan semua kekuasaannya untuk mencari obatnya. Tetapi keanehan terjadi, ternyata yang mendapatkan obatnya adalah raja yang jahat bukan raja yang baik, dimana secara logika seharusnya raja yang baik lah yang mendapatkan obat bukan raja yang jahat.

Ternyata ada rahasia dibalik itu. Raja yang baik tidak mendapatkan obat untuk penyakitnya hingga dia mati karena penyakit itu adalah karena dia masih menyimpan dosa. Allah sengaja tidak menganugerahkan obat karena ingin menghapus dosa raja itu, sehingga saat dia menghadap Allah dia tidak membawa dosa.

Raja yang jahat sendiri mendapatkan obat adalah karena dulu dia pernah berbuat kebaikan. Allah ingin membalas kebaikan dia di dunia, sehingga dia tidak membawa lagi kebaikan saat menghadap Allah.

Saat kita mendapat sebuah hal yang baik mari kita ingat kisah diatas, semoga kebaikan yang kita dapat dari Allah bukanlah sebuah kebaikan yang disegerakan di dunia sehingga mengurangi pahala kebaikan kita di akhirat.

astaghfirullah





Mencari Impian Baru ^_^

10 11 2008

Satu impian sudah terlaksana, walau aku sendiri merasa masih banyak kegagalan yang terjadi.Tapi waktu tidak bisa mundur kebelakang, kita hanya bisa maju. Semua yg terjadi tidak bisa disesali.

Sudah saatnya mencari impian baru, menitipkan impian lama pada generasi penerus. Generasi yang memiliki energi baru, semangat tinggi, pemikiran – pemikiran yang mungkin lebih segar, dan kreativitas yang lebih tinggi.

Karena ini adalah saatnya kalian untuk membuktikan diri, sekarang bukan lagi zaman kami. Sekarang adalah panggung kalian.

Aku akan tetap mengawasi, sembari mencari impian baru untuk dikejar.

Mencari sesuatu yang sebenarnya aku cari sejak dulu, tp mgkn itu ada di dekatku tanpa aku sadari.

Sekarang MSTEI milik kalian, jaga baik2 ya :) -mulai jum’at 14 Nov 08, hehe-

sedangkan aku akan mencari impianku.

Semangat ya ^_^





Menjadi tipe orang yg dulu tak ku suka (sampai sekarang masih)

14 09 2008

Bismillah

Perjalanan hidup seseorang benar2 tidak bs diduga, takdir seperti sesuatu hal yang ada di balik pintu
. Pintu itu pasti akan kita buka, tp kita tidak akan tau isinya hingga kita masuk.

Allah memang Maha Perencana

Zaman kuliah ini entah disebut keberuntungan atau malah ujian aku sendiri tidak tau, tp kayknya cenderung ke ujian, aku mendapat salah satu keinginanku saat sma. Selain itu ucapanku waktu tingkat 1 juga ada yg tercapai, walau pada saat itu aku tidak begitu serius mengatakannya.

Yang aneh malah sekarang aku harus menjadi tipe orang yang dulu aku sma sekali g suka, memang benar kata Rasul klo kita benci sesuatu jangan terlalu benci dan klo suka sesuatu jangan terlalu suka.

In the end, semua telah terjadi, tinggal dihadapi dan dilaksanakan saja :) )

tunggulah aku 2 tahun lagi





Ibadah tanpa hati

11 09 2008

Tanpa tersadar, entah karena sebab apa

Apakah karena tersibuk oleh urusan organisasi ( g mungkin yg ini soalnya aq bukan aktivis), ato karena mikirin kuliah terus, ataukah perhatian teralihkan karena sesuatu yang lain ( yg ini parah).

Tapi yang pasti nilai ibadah yg ada terasa semakin jauh saja. Kalau sekedar ibadah sebagai ritual saja maka tidak ada masalah. Karena Ibadah semacam ini cuma dianggap sebagai rutinitas, cuma sekedar untuk memenuhi kewajiban saja. Padahal yg bisa membuat kita masuk ke surga adalah rahmat Allah, bukan ibadah kita, sebanyak apapun itu. Lantas apakah kita berani mengharapkan rahmat Allah jika ibadah kita tidak khusyu’ (tanpa hati)?

Nilai ibadah yg sebenarnya menunjukkan rasa syukur kepada Allah yg dibuktikan dengan ikutnya hati beribadah (bukan sekedar fisik yg melakukan rukun2 ibadah) tergantikan dengan kegiatan2 hambar mengejar tuntutan kewajiban dari Allah atau bahkan cuma beban2 yg diberikan oleh orang lain.

Klo seperti ini terus mau dibawa kemana diriku ini ???

Yang pasti semua menunjukkan bahwa ada yg salah bahkan perlu segera dibenahi dari diriku.

Ampunilah aku ya Allah, jangan Engkau sesatkan setelah Engkau anugrahkan petunjuk





Aq menemukan orang yg menarik

6 09 2008

sekali lagi dapat pengalaman menarik.

Alhamdulillah, diskusi ma temen walau diskusinya ampe dini hari. yahhh, akibatnya aq g berani tidur malam ini.

Terpaksa deh sadar ampe sahur, dengan resiko besok dikit g fit, Tapi gpp, kayaknya sebanding deh, insya Allah.

diskusi cukup hangat ;) ). Yahhh, menariklah, sayangnya isinya sangat privasi jd g bisa dipublish ke sini,

Tp aq sangat beruntung kenal dia, bs nambah pengalaman.

semoga qt menemukan kebenaran yg kita cari, insya Allah.





Mengingat kematian, ….. ternyata sangat dekat

4 09 2008

Apakah sesuatu yang sangat dekat dengan kita tapi kita terlalu sering lupa ???

Apakah sesuatu yang sering kita lupakan karena enaknya hidup di dunia ini???

baru saja datang ke hasan sadikin. Ada temen yang ibunya meninggal.

Kembali tersadar klo kematian ternyata adalah teman terdekat kita. Mengawasi tanpa disadari, menjemput dengan tiba2.

Ampunilah dosa hambamu ini ya Allah, berikanlah akhri yang baik.

Akhir dalam perjuangan jihad di jalan-Mu





RE – Medan 1 – medan 2, bantai semua :))

2 09 2008

Semester ini merupakan semester pertaruhan. Setelah main2 aja di 6 semester sebelumnya sudah saatnya bangkit dari keterpurukan. Dengan semangat tinggi walau ada yang bilang RE – Medan 1- Medan 2 merupakan hal yg sulit, tp bagiku tidak ada pilihan lain.

Dah telat ngambil TA 1, ini menjadi opsi terakhir.

Elkom – Antena, tunggu aq d semester 8, teman2 semua qta ketemu di wisuda maret 2010. insya Allah

Ya Allah, bantulah hamba-Mu ini, laa haula wa laa quwwata illa billah.

semoga dapat IP 4 :)